"Ada sepuluh kasus bunuh diri selama Januari-September tahun ini. Korban bunuh diri semuanya laki-laki. Semua korban bunuh diri itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," ujar Kapolres Tator AKBP Arief Satriyo kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu, 5/10/2016.
Tingginya kasus bunuh diri di Toraja membuat orang nomor satu di Polres Tator itu merasa prihatin. Dirinya pun berharap kasus bunuh diri tidak lagi terjadi di Toraja. Sebab tindakan bunuh diri bukan jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan. Justru akan menimbulkan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan. Perbuatan bunuh diri juga adalah dosa.
"Peran keluarga sangat penting untuk mencegah ada anggota keluarga yang mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya," pungkas Kapolres. (Tim)
Ilustrasi

Post a Comment