Headlines News :
Home » » Uniknya Seni Budaya Toraja Dalam Lukisan

Uniknya Seni Budaya Toraja Dalam Lukisan

Written By rindu kelana on 12/25/16 | 9:20 PM

Sumber: inipasti.com

TORAJA UTARA – Toraja National Art Festival 2016 menghadirkan seni budaya yang unik yang ada dalam tradisi masyarakat Toraja. Mulai Tedong Bonga hingga ciri khas adat Toraja, semua dimunculkan dalam lukisan dan ukiran.
Salah satu simbol Toraja ditampilkan pada pameran yang berlangsung sejak 22 Desember-  3 Januari 2017 ini, yaitu lukisan Tedong Bonga. Dengan mulut terbuka lebar dan berlatar hitam, lukisan ini terpampang jelas di area pameran outdoor di Rantepao. Pengunjung juga disuguhkan berbagai tampilan hasil karya berlatar keindahan dan panorama di Toraja.
Selain lukisan, adapula ukiran berbahan tripleks, yang ditampilkan pada kegiatan bertema ‘Bangga Indonesia, Bangga Toraja, Bangga Sulawesi Selatan’. Dengan empat unsur, ukiran berbentuk Bebek dapat dinikmati para pengunjung dengan penuh warna di berbagai sudut.
Salah seorang seniman yang ikut berkontribusi dalam event tahunan ini, Joko Kisworo kepada Inipasti.com, di Rantepao, Jumat (23/12) bercerita mengenai ukiran bebek yang menghiasi area pameran. Joko yang tercatat sebagai seniman dari Forum Seniman Pasar Ancol Jakarta mengungkapkan, makna beragamnya warna dan suara yang ditampilkan bebek-bebek tersebut memberi arti kalau perbedaan hanyalah sisi pandang. Ia mengatakan keragaman sebuah anugerah, damai hakikat keindahan.
Sedangkan dua binatang lainnya, yang juga ditampilkan dalam pameran, yaitu semut dan kerbau, diartikan secara mendalam. Semut  memberi makna sendiri tiada arti, perpecahan awal kerapuhan, membahu membangun negeri. Sedangkan Kerbau menjadi salah satu simbol dari Toraja, yang biasa juga disebu Tedong Bonga.  Kerbau kali ini menggambarkan kebanggan Toraja. Adapula pelepah daun pisang yang kemudian menjadi perhatian khusus Joko.
“Yang menarik sebenarnya, pelepah daun pisang yang sudah jarang ditemukan di Toraja. Kali ini dibentuk menjadi sebuah anyaman yang menjadi bagian dari karya ini,” jelas Joko.
Seniman lainnya, Ampun Sutrisno  asal Yogyakarta,  dengan imaginasi yang tinggi memperlihatkan kemampuannya melukis di atas kanvas. Ampun terinspirasi dari dua gadis Toraja yang menggunakan pakaian adat. Walaupun menggunakan cat air biasa, tapi lukisan tersebut memiliki tampilan yang khas. Ampun juga menggunakan darah babi yang disembelih dan menjadikannya sebuah karya seni budaya yang indah.
Seniman Asal Yogyakarta, Ampun Sutrisno memperlihatkan kelihaiannya melukis dua gadis Toraja berbalut pakaian adat. (Foto :Iin Nurfahraeni)
Seniman Asal Yogyakarta, Ampun Sutrisno memperlihatkan kelihaiannya melukis dua gadis Toraja berbalut pakaian adat. (Foto :Iin Nurfahraeni)
Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Syafruddin Rahim mengatakan, para seniman yang datang ini, telah berprestasi di luar dan membawa kebanggan juga. Lovely Desember yang puncaknya 29 Desember mendatang, merupakan event nasional dan menarik para wisatawan. Para pelukis ternama dari luar seperti Sumatera, Jawa, dan Bali mendapatkan apresiasi yang bagus dari pengunjung yang mencapai ratusan orang per hari.
“Lovely Desember telah menjadi event tahunan yang dilaksanakan kesembilan kalinya. Tetap mendapat suport dari semua pihak. Baik dari masyarakat, karena pemerintah hanya memfasilitasi. Festival ini adalah bentuk memperlihatkan keindahan Toraja dengan budaya yang dimilikinya,” kata Syafruddin, Minggu  (25/12). (*)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Media Toraja Copyright © 2016. TorajaToday - All Rights Reserved
Developer by Herpas Published by Media Toraja
Proudly powered by Blogger