Headlines News :
Home » » Lo’ko’ Ledo, Destinasi Wisata di Ujung Barat Tana Toraja

Lo’ko’ Ledo, Destinasi Wisata di Ujung Barat Tana Toraja

Written By rindu kelana on 12/26/16 | 1:00 PM

Lo'ko' Ledo, Destinasi Wisata di Ujung Barat Tana Toraja (Simbuang)
Di bagian barat Tana Toraja ternyata menyimpan potensi alam yang luar biasa indah, salah satunya adalah goa-goa yang terdapat pada bentangan tebing alam dengan stalaktit dan stalagmit runcing yang unik. Beranjak dari kebisingan akan membuat hati lebih nyaman dengan menikmati keindahan alam, pesona alam akan menyambut kedatangan Anda dengan berbagai macam hal unik yang ada disekitranya.
Tana Toraja adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang terkenal akan kebudayaannya yang unik dan tak ketinggalan keindahan alam yang luar biasa, sebagai tempat wisata, yang terkenal dengan slogan “Jangan Mati Sebelum ke Toraja”.
Bagi mereka yang suka travelling, dalam hal ini untuk menyegarkan kembali pikiran dan kesehatan setelah melakukan rutinitas yang lama, serta memanjakan mata akan keindahan alam. Maka, diujung barat Toraja terdapat goa alam yang dapat dikujungi, tanpa keluar daerah yang jauh untuk berwisata, dan tentunya dapat mengirit budget perjalanan dan dijamin keindahannya tidak kalah menarik dengan daerah wisata alam lain di Toraja.
Kabupaten Tana Toraja memilki 13 kecamatan dan salah satunya adalah kecamatan Simbuang yang terletak di bagian barat, dengan potensi tempat wisata yang indah dan bahkan tak kalah menarik dengan daerah lain, salah satunya adalah tempat wisata Lo’ko’ ledo (Gua kelelawar) yang bentuknya menyerupai dengan objek wisata Londa yang terkenal di Toraja. Lo’ko Ledo yang ada di kecamatan Simbuang merupakan tempat wisata unik, yang membedakannya dengan daerah lain yaitu di sekililing goa terdapat hamparan pegunungan dan lembah hijau yang indah, untuk dapat menjangkau tempat ini, butuh perjalanan sekitar 3 Km. dari ibu kota kecamatan Simbuang yaitu Lurah Sima, didalam goa kita dapat melihat dan mendengarkan kicauan burung kelelawar yang beterbangan diatas langit-langit gua yang bentuk ruang goanya cukup besar.
Namun untuk bisa menikmati tempat wisata yang ada di kecamatan simbuang, tentunya harus berani dan siap tertantang untuk melewati medan yang cukup menantang dengan jarak sekitar 60 Km. dari ibu kota kabupaten. Untuk menempuh perjalanan dari kota makale sebagai ibu kota kabupaten Tana Toraja, perjalanan bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor naik ojek dengan tarif Rp. 300.000,- (tiga ratus ribuh rupiah) atau dengan menggunakan mobil hard-top, dikarenakan infrastruktur daerah di kecamatan Simbuang belum semua dalam keadaan memungkinkan, seperti dengan daerah lainnya di tana toraja karena sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan untuk perbaikan sampai ke kecamatan ini.
Kecamatan simbuang diambil dari nama Simbuang dimana Simbuang adalah tempat menambat kerbau pada saat Rambu Solo, sehingga daerah ini bernama Kecamatan Simbuang yang ibu kota kecamatannya terletak di Kelurahan Sima yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2000, berbatasan langsung dengan Kabupate Mamasa sebelah utara, Kabupaten Pinrang sebelah selatan, Kecaatan Bonggakaradeng sebelah timur dan Kecamatan Mappak sebelah barat yang keadaan wilayanya terdiri dari landscape pegunungan yang secara administratif terdiri dari 1 kelurahan (Kelurahan Sima) dan lima Lembang yaitu (Lembang Simbuang Batu Tallu, Pongbembe Mesakada, Pongbembe, Makkodo, dan Lembang Simbuang Batu Tallu) dengan potensi alamnya cocok untuk Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan dengan jumlah penduduk 7.054 jiwa (data 2010 per 28 februari).
Mengingat kecamatan ini masih dalam keadaan terisolasi sehinnga fasilitas atau kelengkapatan yang berkaitan dengan perlengkapatan jelajah wisata masih sangat sulit ditemukan disekitaran tempat wisata tersebut, olehnya itu ketika akan berwisata ke tempat ini harus sedia segala kelengkapan jauh-jauh hari sebelum bertandang ke tempat ini. Kecamatan Simbuang adalah sala satu kecamatan yang dimiliki oleh kabupaten tana toraja dengan potensi wisata alamnya yang sangat potensial untuk dikembangkan kedepannya oleh pihak pemerintah Tana Toraja ataupun pihak yang berwewenang untuk bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang baru yang pasti tak kalah menarik dengan tempat wisata yang ada di Tana Toraja saat ini ataupun juga dengan daerah lain yang ada di Indonesia.
Penulis: Pasa Maraya
Nospi (LPPT)

Sumber:http://www.torajabercerita.com
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Media Toraja Copyright © 2016. TorajaToday - All Rights Reserved
Developer by Herpas Published by Media Toraja
Proudly powered by Blogger